8 Cara Agar Anak Mau Belajar Membaca dan Menulis

Hampir rata-rata orang tua mungkin sudah banyak yang kehabisan ide untuk mengajari anaknya supaya mau belajar.

Sehingga tidak sedikit kita perhatikan saat ini sudah banyak anak-anak yang malas untuk membaca dan menulis.

Sebelum kita bahas lebih panjang lebar yaitu cara agar anak mau membaca dan menulis maka ada sedikit perbedaan yang perlu anda ketahui.

Disini kita membahas cara agar anak mau membaca dan menulis, bukan cara supaya anak cepat bisa membaca dan menulis.

Inilah perbedaan yang harus anda ketahui, sebelum anda membaca jauh lebih panjang maksud dari artikel yang kami buat ini.

Mungkin terdengar hampir sama, cara agar anak mau membaca dan menulis dengan cara agar anak cepat membaca dan menulis.

Namun tentu saja keduanya memiliki cara atau tutorial yang berbeda untuk menerapkannya pada anak. Jadi jangan salah mengartikannya !

Sebab tidak sedikit orang yang salah mencari informasi tentang anak supaya mau membaca dan menulis dengan cara supaya anak cepat membaca dan menulis.

Nah, pada kesempatan kali ini kita lebih fokus mengatasi tentang bagaimana cara agar anak mau belajar.

Oke, sudah paham ya...?

Mari kita lanjutkan, sebenarnya ada banyak sekali cara-cara atau ide-ide kreatif yang bisa membuat anak kita mau belajar.

Seperti yang kita ketahui bahwa di jaman sekarang ini sudah banyak sekali anak yang sudah malas untuk belajar seperti membaca dan menulis.

Tidak seperti jaman dulu, yang mana anak lebih sering memegang buku. Tapi di jaman sekarang semuanya telah berubah.

Sekarang anak-anak hidup di jaman serba teknologi, yang mana ini mempengaruhi proses dalam belajar mereka.

Seperti yag anda lihat bahwa sekarang teknologi dapat membuat anak semakin malas untuk belajar.

Namun kita tidak bisa menyalahkan kemajuan teknologi saat ini, sebab faktor orang tua lah yang paling berperan dalam mendidik anak-anak mereka.

Setiap orang tua tentu saja mempunyai kewajiban penting dalam keluarga, salah satunya adalah dengan mendidik anak di jalan yang benar.

Tapi sayangnya...

Tidak semua orang tua bisa berhasil mendidik anak untuk bisa menjadikan anaknya sukses di masa depan.

Mungkin karena faktor pekerjaan atau aktivitas orang tua yang membuat anak kurang mendapatkan perhatian.

Sehingga tidak sedikit anak-anak sekarang ini perkembangan belajarnya sangat lambat.

Dan bahkan sudah usia beberapa tahun namun anak masih belum bisa membaca dan menulis.

Nah, menghindari hal-hal seperti ini tentu saja ada tips-tips yang bisa kita terapkan kepada anak.

Sebagai orang tua yang peduli akan pendidikan anak, sudah menjadi tugas kita ikut berperan sekarang ini juga.

Sebab terkadang ilmu pendidikan dari sekolah saja tidak cukup untuk menjadikan anak cepat pintar dan cerdas.

Sifat anak juga berpengaruh dari kebiasaan yang mereka lakukan dirumah, dan oleh sebab itu kita harus membuat kebiasaan ini menjadi kebiasaan yang bermanfaat untuk anak.

Salah satunya adalah dengan menjadi guru dirumah. Meskipun bukan guru sungguhan tapi kita akan mencoba mendidik anak kit layaknya seorang guru yang bijaksana.

Berikut di bawah ini mungkin ada beberapa hal yang bisa membuka wawasan anda supaya anak mau membaca dan menulis.

Untuk lebih lengkapnya silahkan simak di bawah ini...


Cara Agar Anak Mau Belajar Membaca dan Menulis


Berikut 8 cara agar anak mau belajar membaca dan menulis :


1. Hindari terlebih dahulu anak dari teknologi (gadget)

Tugas pertama anda sebelum mengajari anak membaca menulis dan berhitung adalah dengan menjauhkan semua teknologi darinya.

Semua teknologi seperti handphone, smartphone, tablet, televisi dan bahkan semua mainan-mainannya.

Sebaiknya untuk sementara jangan perkenalkan anak dengan teknologi, karena inilah faktor yang jaman sekarang ini anak jadi malas belajar.

Anda harus membuat hidup anak itu seperti jaman manusia purba, dimana tidak terdapat teknologi. Dan yang ada hanyalah kasih sayang anda.

Mengapa saya katakan demikian...?

Sebab jika anak mulai kenal teknologi maka mereka akan melupakan kasih sayang anda.

Akibatnya...

Semua omongan anda tidak akan di dengarnya lagi, dalam otak mereka bukanlah ingatan tentang anda melainkan teknologi.

Jika anak sudah tidak mendengarkan anda bicara, maka dia tidak akan takut terhadap anda. Otomatis anak akan jadi malas belajar jika disuruh belajar.

Anak-anak sudah menganggap belajar suatu hal yang tidak menarik, karen yang lebih menarik adalah gadget yang selalu di mainkan atau tv selalu di lihatnya.

Itulah akibatnya jika kita selalu memanjakan anak dengan teknologi, sehingga jadi sulit untuk anak beradaptasi dengan belajar.

Yang mana belajar ini sudah dianggap hal yang membosankan dan tidak menarik sama sekali baginya.

Bagaimana jika anak sudah terlanjur melakat dengan teknologi...?

Tentu saja kita masih punya kesempatan...Karena anak tetaplah anak !!!

Terkadang kita harus bersikap sedikit lebih tegas terhadapnya, bukan lebih memarahinya tapi lebih tegas.

Karena tegas dan memarahi itu berbeda !!!

Kalau tegas itu kita lebih banyak mengambil tindakan, seperti misalnya menyita semua gadget anak saat ia sedang tidur.

Dan mematikan televisi jika memang tayangan tidak bermanfaat bagi anak, atau juga mematikan tv karena anak sudah terlalu lama menonton.

Bukan memarahinya karena telah bermain gadget atau memarahinya karena telah menonton televisi.

Jadi intinya tegas itu adalah tindakan, dan marah itu lebih mengacu kepada emosi.

Sehingga kesimpulannya kita harus lebih banyak mengambil tindakan terhadap anak yang sudah terlanjur candu terhadap teknologi, bukan memarahinya.

Sebab jika ada anak yang sudah candu teknologi itu bukan salahnya, tapi salah kita yang sudah memberinya contoh yang tidak benar.


2. Lebih sering menghabiskan waktu bersama anak

Bagaimana bisa anak mau membaca dan menulis jika kita sering meninggalkannya sendirian...?

Selain itu anak juga jarang mendapatkan nasehat-nasehat dari kita, jadi seiring berjalannya waktu kita sudah lupa mendidik anak.

Akibatnya...

Anak tidak akan ingat dengan masukan-masukan positif yang seharusnya kita berikan kepadanya setiap saat.

Andai saja kita lebih dekat dengan anak, maka meskipun kita sedang tidak bersamanya dia juga akan mengingat hal-hal yang penting saat bersama kita.

Misalnya kita sering memberinya masukkan seperti membaca buku bersama atau menulis bersama.

Maka secara tidak langsung anak akan melakukannya sendiri, meskipun suatu waktu kita sedang tidak bersamanya.

Anak akan bergerak sendiri untuk melakukan sesuatu yang sudah sering kita ajarkan saat bersamanya.

Seperti mengambil buku dan mulai membacanya sendiri atau mengambil buku dan mulai belajar menulis sendiri.

Dengan begitu otak anak akan lebih terlatih, dan kebiasaannya ini juga akan terus berlanjut.

Kebiasaan seperti inilah yang harus terus kita ajarkan kepada anak, itulah mengapa betapa pentingnya untuk selalu lebih dekat dengan anak

Selain bisa mengajarkan hal-hal yang positif seperti menulis dan membaca, kita juga bisa melarang hal-hal negatif.

Sehingga sifat anak secara perlahan akan berubah menjadi anak yang lebih baik dan juga berubah menjadi anak yang rajin belajar.

Coba anda bayangkan...?

Bayangkan saja jika kita tidak dekat dengan anak. Maka anak hanya akan menerima masukan dari hal-hal sekitarnya saja.

Apa yang dilihat dan apa yang di dengar maka semuanya akan di tiru. Selain itu tidak ada yang memberinya motivasi belajar.

Tidak mungkin ada orang lain yang mau mengajarkan anak kita setiap hari, kecuali seroang guru.

Jadi kita sebagai orang tua harus lebih dekat dengan anak dan terus mengajarinya dengan hal positif seperti mengajari membaca dan menulis.


3. Jadikan buku dan alat tulis sebagai mainannya

Jangan biasakan anak sibuk dengan mainannya, tapi buatlah anak sibuk dengan buku dan alat tulisnya.

Jadikan buku dan alat tulis ini sebagai mainannya dari kecil, maka anak akan duluan mengenal buku dan alat tulisnya ketimbang mainan.

Sehingga anak akan tebiasa dan menganggap buku dan alat tulisnya itu merupakan mainannya selama ini.

Buatlah buku lebih menarik perhatian anak, dengan cara mengajarkannya membaca dan menulis.

Agar anak bisa mengenal huruf, tentu saja kita harus menyediakan buku khusus buat anak-anak.

Yaitu buku yang berisi kumpulan huruf-huruf abjad, sehingga kita bisa memperlihatkan kepadanya dan menyuruhnya mengikuti apa yang kita ucapkan.

Sementara itu pastikan juga tangan kita menunjuk pada huruf yang di tuju, agar anak lebih mengenal huruf dari apa yang di lihatnya.

Sebaiknya carilah jenis buku dengan huruf-huruf yang lebih besar di dalamnya, untuk memudahkan anak dalam melihat bentuk-bentuk huruf.

Tentu saja peran kita sangat dibutuhkan disini, jadilah gurunya dirumah dan isi hari-harinya dengan kebiasaan yang baik seperti yang anda lakukan dengan cara ini.


4. Bangkitkan semangat belajar anak

Terkadang anak sering merasa bosan dengan apa kita sedang ajarkan kepadanya, tentu saja hal ini sudah pasti akan terjadi.

Setiap anak tidak suka dengan hal-hal yang bosan, mereka lebih tertarik dengan hal-hal yang lebih menarik di matanya dan seru di dengar ditelinganya.

Jadi kita harus lebih sering mengeluarkan kata-kata yang seru untuk di dengarnya dan juga kita harus menggunakan benda-benda yang menarik di matanya.

Bagaimana caranya...?

Contoh :

Anak sudah bosan dengan buku yang sering di pegangnya, maka kita harus mencari buku lain yang lebih menarik.

Seperti buku yang lebih memiliki banyak gambar namun juga terdapat bacaan di dalamnya.

Dengan begitu kita bisa mengajarinya membaca sambil memperlihatkan gambar-gambar yang positif terhadapnya.

Karena terkadang anak sering bosan dengan buku yang isinya suma tulisan saja...

Kita juga harus mengetahui warna kesukaan anak, sehingga dengan begitu kita bisa mencari buku yang lebih menarik untuknya.

Alat tulisnya pun demikian...

Gunakan lah kotak alat tulis yang lebih menjiwai karakternya, seperti misalnya anak suka mobil maka carilah kotak alat tulis yang bermodif mobil.

Atau dia suka dengan karter princes dan boneka, maka kita harus memberinya perlengkapan alat tulis yang bermodif princes atau boneka.

Dengan melakukan hal ini maka semangat anak-anak akan lebih mantap...

Selain itu...

Kita juga harus lebih sering mengeluarkan kata-kata yang bisa membuatnya ingin mendengar perkataan kita untuk mau belajar.

Misalnya anda seorang ibu, maka harus di ajak begini :

"Mama mau belajar dulu supaya pintar, adek mau ikut belajar...?"

Nah, kata-kata di atas mengandung unsur ajakan serta kita harus ikut berperan di dalamnya.

Jadi kita juga harus belajar, maka si anak akan melihat kegiatan kita dan mulai mengikuti kita untuk belajar.

Begitu juga dengan cara mengajarkannya membaca dan menulis. Maka kita harus ikut serta di dalamnya sambil mengucakpan kata-kata ajakan.

Contoh cara ajarkan menghafal membaca :

"Mama sudah bisa membaca ABCD, adek bisa baca ABCD gak...?"

Biasanya jika kita berikan pertanyaan seperti diatas, maka kebanyakan anak menjawab bisa. Meskipun kita tahu mereka belum bisa menghafalnya.

Jadi jika mereka belum bisa, di sinilah kesempatan kita untuk menyuruh mengucapkannya berulang-ulang kali sampai bisa.

Kosa kata di atas hanya sekedar contoh, anda bisa menggunakan kosa-kata yang lain yang lebih rumit untuk di hafalkan pada anak.

Begitu juga dengan belajar menulis...

Jika anak tidak semangat untuk belajar menulis, maka kita lah yang harus mendampingi dan ikut serta untuk menulis.

Harus kita yang mulai lebih dulu, jangan sering memerintah anak. Karena dengan kebiasaan dari kita lah anak-anak biasanya akan meniru.


5. Lebih sering memuji anak

Tahukah anda bahwa anak-anak itu paling suka kalau di puji, apalagi pujian itu langsung dari kita sebagai orang tuanya.

Jadi pada saat dia selesai membaca satu kata atau selesai menulis satu huruf, maka kita wajib untuk memujinya.

Mungkin bagi kita terdengar spele, tapi bagi anak tidak demikian. Anak akan merasa bahwa apa yang sedang di kerjakannya itu sangatlah hebat.

Hati anak akan lebih tersentuh jika dalam proses belajarnya ia sering mendengar pujian dari kita.

Sehingga di hari-hari berikutnya si anak akan ingat bahwa kita itu senang kalau dia sedang belajar.

Jadi secara tidak langsung anak-anak akan mulai mengambil bukunya sendiri dan mulai membaca serta menulis sendiri sambil menunggu pujian dari kita.

Maka dari itu setiap kali anak sedang belajar, kita harus ada menemaninya dan memberikan pujian baginya.

Bukan sering memarahinya...

Coba anda bayangkan...? Jika saat belajar anak sering kita marahi karena apa yang di baca dan ditulisnya itu selalu salah.

Maka lama-lama anak akan trauma dan takut untuk belajar. Sehingga jangan pernah memarahinya, teruslah memujinya meskipun apa yang di ucapkan dan di tulisnya itu belum benar-benar sempurna.


6. Pancing anak dengan hadiah

Terkadang kita harus lebih sering memancing anak supaya mau membaca dan menulis itu dengan hadiah.

Anak-anak paling suka dengan hal-hal yang berbau hadiah atau semacamnya. Itu akan membuat dia penasaran dan segera ingin memilikinya.

Dengan menjanjikan hadiah, maka anak akan lebih giat dalam belajar. Rata-rata semua anak memiliki sifat seperti ini.

Namun jangan pernah membohonginya sesekali, sebab jika sekali saja kita pernah membohonginya maka nanti anak tidak akan percaya lagi.

Jadi pastikan kita memenuhi hadiah tersebut, sesuai dengan kemampuan kita.
Cara ini banyak yang sudah membuat anak sukses dalam belajar.

Hadiah dapat berupa jenis makanan atau pun barang, namun sebaiknya jika anda memberikan jenis hadiah berupa makanan maka berikan makanan yang sehat.

Sehingga jika sewaktu-waktu anak meminta sesuatu dari kita, maka kita bisa membuat syarat terlebih dahulu kepada anak yaitu harus membaca dan menulis.

Tapi jangan terlalu sering menggunakan cara ini, karena nanti anak jadi tidak mau belajar jika tidak ada hadiahnya.

Gunakan cara ini diwaktu memang anak sedang benar-benar tidak mau belajar membaca dan menulis saja.

Atau di saat suasana hatinya sedang tidak pas dan sering ngambek...


7. Pindah ke suasana baru

Suasana juga bisa mempengaruhi mau tidaknya anak dalam belajar, bisa jadi ia sudah bosan belajar dirumah.

Jadi mau tidak mau kita harus mencoba anak untuk mengajaknya keluar rumah, dan pergilah ketempat yang menyenangkan.

Anggap saat ini anda akan pergi liburan bersama anak. Namun tidak mesti harus ketempat alam terbuka atau semacamnya.

Cobalah pertama sekali mengajaknya ketempat yang sering anda kunjungi selama ini.

Jangan lupa bawalah buku atau perlengkapan belajarnya...

Suasana yang berbeda tentu saja akan merubah suasana hati atau mood anak menjadi lebih berbeda.

Saat tujuan yang kita kunjungi itu sudah sampai, maka cobalah untuk mengajak anak membaca dan menulis meskipun itu ditempat umum.

Biasanya rata-rata anak mau melakukannya, karena suasana disekitarnya lebih seru dan menarik.

Jangan lupa selalu mengawasi anak saat ia sedang membaca dan menulis, jangan sampai perhatian kita yang malah teralihkan.


8. Ajak anak bermain sambil belajar

Jangan pernah membatasi waktu bermainnya. Karena setiap anak selain wajib belajar, anak juga wajib bermain.

Bermain adalah hal yang sudah wajib di rasakan oleh anak, karena dengan bermain itu juga bisa meningkatkan perkembangan sistem motorik otak anak.

Namun alangkah baiknya apabila disaat ia sedang bermain itu kita isi dengan hal-hal yang berbau pendidikan.

Jadi selain dapat kesenangan, anakk juga akan mendapat ilmu pendidikan dari kita.

Meskipun hal-hal kecil yang kita ajarkan, tapi lama kelamaan jika sering kita lakukan maka akan berpengaruh kepada sifat dan otaknya.

Sebagian anak memang ada yang tidak mau belajar sama sekali, kerjaannya hanya main-main saja.

Jika anak memiliki sifat yang seperti ini, maka kita harus pintar-pintar mengajaknya membaca dan menulis di sela-sela bermainnya.

Terkadang anak lebih suka belajar sambil bermain dari pada kita mengajarinya sambil duduk saja.

Ini wajar, karena anak-anak itu sedang dalam masa pertumbuhan yang suka bergerak aktif.

Jadi tugas kita ikut bermain bersamanya sambil menyisipkan cara menulis dan membaca di sela-sela permainan.


Demikianlah 8 cara supaya anak mau membaca dan menulis. Dari kedelapan cara diatas mungkin saja ada salah satu yang bisa membuka inspirasi anda untuk di terapkan kepada anak.

Semoga bermanfaat...
Newer Post
Older Post